Posts

Menentukan Suku ke n Barisan Aritmatika

Image
Barisan aritmatika adalah barisan yang mempunyai selisih sama antara 2 suku yang berurutan. Selisih yang sama ini disebut beda, disimbolkan b. Suku pertama disimbolkan dengan a. Rumus suku ke n dari barisan aritmatika dapat dicari berdasarkan pola berikut. U1 = a = a + (1 - 1) b U2 = a + b = a + (2 - 1) b U3 = a + 2b = a + (3 - 1) b U4 = a + 3b = a + (4 - 1) b U5 = a + 4b = a + (5 - 1) b Berdasarkan pola di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa rumus suku ke n adalah CONTOH SOAL 1 Tentukan suku ke 8 dari barisan aritmatika 3, 7, 11, 15, ... Jawab: Un = a + (n - 1) b U8 = 3 + (8 - 1) 4 = 3 + 7 . 4 = 31 CONTOH SOAL 2 78 adalah anggota dari barisan 8, 15, 22, 29, ... Tentukan nomor sukunya. Jawab: Kita akan mencari nilai n Un = a + (n - 1) b 78 = 8 + (n - 1) 7 (n - 1) 7 = 78 - 8 n - 1 = 70/7 n = 10 + 1 = 11 Jadi, 78 adalah suku ke 11 dari barisan tersebut. CONTOH SOAL 3 Diketahui barisan aritmatika dengan U1 = 4 dan U7 = 22. Tentukan suku ke 11 dari barisan tersebut. Jawab: Pertama kita men...

Satuan Konsentrasi Larutan

Image
Ada beberapa satuan yang menyatakan konsentrasi larutan, yaitu Molaritas, Molalitas, Fraksi Mol, dan Normalitas. Molaritas (M) Molaritas menyatakan banyaknya mol zat terlarut di dalam setiap 1 liter larutan. Lambangnya adalah M. Satuan Molaritas dinyatakan dalam , , atau sesuai dengan lambangnya, M. Molaritas dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: M = molaritas larutan n = jumlah mol zat terlarut V = Volume larutan Molalitas (m) Molalitas menyatakan banyaknya mol zat terlarut di dalam setiap 1000 gram pelarut. Jika pelarutnya air, maka massa pelarut dapat dinyatakan dalam volum pelarut. Hal ini terjadi karena massa jenis air sama dengan 1 gram/mL. Molalitas dapat dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: m = molalitas larutan n = jumlah mol zat terlarut p = massa pelarut Fraksi Mol (X) Fraksi mol menyatakan perbandingan antara jumlah mol zat terlarut dengan jumlah mol seluruh komponen dalam larutan. Jika mol zat A bercampur dengan mol zat B, maka fraksi mol zat A ( ) dan fraksi ...

Soal Barisan dan Deret OSK Matematika SMA

Image
Soal Barisan dan Deret OSN Matematika SMA Tingkat Kabupaten (OSK) Pandang barisan 1, -2, 3, -4, 5, -6, . . . Dengan suku ke-n barisan tersebut adalah . Rata-rata dari 200 suku pertama barisan tersebut adalah . . . . Misalkan . Tentukan jumlah dari . Berapakah hasil perkalian dari ? banyak bilangan bulat di antara 100 dan 1000 yang habis dibagi 11 adalah . . . . Agar bilangan sedekat mungkin ke 2.004, haruslah n = . . . Nilai dari Barisan 2, 3, 5, 6, 7, 10, 11,... terdiri atas semua bilangan asli yang bukan kuadrat atau pangkat tiga bilangan bulat. Suku ke-250 barisan tersebut adalah . . . . Pada sebuah barisan aritmatika, nilai suku ke-25 tiga kali nilai suku ke-5. Suku yang bernilai dua kali nilai suku pertama adalah suku ke . . . .

Cara Menyingkat Penulisan Konfigurasi Elektron

Image
Setelah belajar " Cara Menuliskan Konfigurasi Elektron " pada postingan sebelumnya, tentu kita sudah mahir menuliskan konfigurasi elektron setiap atom termasuk atom berelektron banyak. Konfigurasi elektron dari atom dengan banyak elektron tergolong cukup panjang. Oleh karena itu, dengan alasan efisiensi dan meminimalisir kesalahan, kita perlu menyingkat atau menyederhanakan penulisannya. Penyingkatan ini dilakukan dengan menggunakan salah satu gas mulia yang berpadanan, diikuti oleh sisa elektron setelahnya. Gas mulia ini dituliskan lambang kimia dalam kurung siku. Berikut aturan penyingkatannya : Jika , maka unsur digunakan sebagai penyingkat dan konfigurasi elektron setelahnya dimulai dari subkulit 2s. Jika , maka unsur digunakan sebagai penyingkat dan konfigurasi elektron setelahnya dimulai dari subkulit 3s. Jika , maka unsur digunakan sebagai penyingkat dan konfigurasi elektron setelahnya dimulai dari subkulit 4s. Jika , maka unsur digunakan sebagai penyingka...

Cara Menuliskan Konfigurasi Elektron

Image
Konfigurasi elektron merupakan penataan elektron ke dalam kulit dan subkulit suatu atom. Dan diagram orbital adalah diagram yang menunjukkan posisi suatu elektron dalam orbital yang ada dalam subkulit atom beserta arah rotasinya. Dalam menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital suatu atom, kita berpedoman pada 3 aturan, yaitu aturan aufbau, asas larangan pauli dan aturan hund. Aturan Aufbau Aufbau berarti membangun. Menurut aturan ini, pengisian elektron dimulai dari subkulit dengan tingkat energi terendah kemudian subkulit dengan tingkat energi yang lebih tinggi. Tingkat energi suatu subkulit ditentukan berdasarkan nilai bilangan kuantum utama (n) dan bilangan kuantum azimut (l). Berdasarkan ketentuan ini dapat diketahui bahwa : Saat menuliskan konfigurasi elektron, kita mendistribusikan elektron yang ada ke subkulit 1s terlebih dahulu, kemudian ke subkulit 2s, dan seterusnya. Asas Larangan Pauli Asas ini menyatakan bahwa, "Tidak boleh ada 2 elektron yang mempunyai n...

Bilangan Kuantum

Bilangan kuantum adalah bilangan yang menyatakan posisi elektron di sekitar inti atom, mulai dari kulit, subkulit, orbital hingga arah rotasinya. Bilangan kuantum ada 4, yaitu bilangan kuantum utama, azimut, magnetik, dan spin. Bilangan Kuantum Utama (n) Bilangan kuantum utama menunjukkan kulit tempat elektron berada, dengan nilai 1, 2, 3, 4, dan seterusnya. Kulit atom dilambangkan dengan huruf K, L, M dan N sesuai dengan teori atom Bohr. Kulit K memiliki nilai n=1, kulit L bernilai 2, kulit M bernilai 3 dan kulit N bernilai 4. Bilangan Kuantum Azimut (l) Bilangan kuantum azimut menunjukkan subkulit tempat elektron berada. Subkulit yang dimaksud adalah s, p, d, f, dan seterusnya. Nilai bilangan kuantum azimut (l) dimulai dari 0 sampai (n-1). Subkulit s memiliki nilai l=0, subkulit p dengan l=1, subkulit d dengan l=2, dan subkulit f dengan l=3. Bilangan Kuantum Magnetik (m) Bilangan kuantum magnetik menunjukkan orbital tempat elektron berada. Nilai dari bilangan kuantum magnetik meru...