Posts

Showing posts with the label Kimia

Notasi Susunan Atom

Image
Atom tersusun dari inti atom yang dikelilingi oleh elektron. Di dalam inti atom terdapat dua partikel, yaitu proton dan neutron. Kedua partikel penyusun inti ini disebut nukleon. Dalam penulisan notasi atom, kita perlu memperhatikan dua hal yaitu nomor atom dan nomor massa. Nomor atom yang disimbolkan Z, menunjukkan jumlah proton dalam suatu atom. Untuk atom yang bersifat netral, jumlah elektron sama dengan nomor atomnya. Nomor massa disimbolkan A, menunjukkan jumlah partikel penyusun inti atom, yang terdiri dari proton dan neutron. Notasi Atom Jumlah proton, elektron, dan neutron dari suatu atom dinyatakan dengan notasi berikut. Keterangan: X = Lambang unsur A = Nomor massa ( proton + neutron) Z = Nomor atom (jumlah proton = jumlah elektron) Menentukan Jumlah Proton, Elektron, dan Neutron Atom netral memiliki jumlah proton yang sama dengan jumlah elektronnya sehingga. Jumlah proton = Z Jumlah elektron = Z Jumlah neutron = A - Z Atom netral bisa menerima dan melepa...

Satuan Konsentrasi Larutan

Image
Ada beberapa satuan yang menyatakan konsentrasi larutan, yaitu Molaritas, Molalitas, Fraksi Mol, dan Normalitas. Molaritas (M) Molaritas menyatakan banyaknya mol zat terlarut di dalam setiap 1 liter larutan. Lambangnya adalah M. Satuan Molaritas dinyatakan dalam , , atau sesuai dengan lambangnya, M. Molaritas dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: M = molaritas larutan n = jumlah mol zat terlarut V = Volume larutan Molalitas (m) Molalitas menyatakan banyaknya mol zat terlarut di dalam setiap 1000 gram pelarut. Jika pelarutnya air, maka massa pelarut dapat dinyatakan dalam volum pelarut. Hal ini terjadi karena massa jenis air sama dengan 1 gram/mL. Molalitas dapat dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: m = molalitas larutan n = jumlah mol zat terlarut p = massa pelarut Fraksi Mol (X) Fraksi mol menyatakan perbandingan antara jumlah mol zat terlarut dengan jumlah mol seluruh komponen dalam larutan. Jika mol zat A bercampur dengan mol zat B, maka fraksi mol zat A ( ) dan fraksi ...

Cara Menyingkat Penulisan Konfigurasi Elektron

Image
Setelah belajar " Cara Menuliskan Konfigurasi Elektron " pada postingan sebelumnya, tentu kita sudah mahir menuliskan konfigurasi elektron setiap atom termasuk atom berelektron banyak. Konfigurasi elektron dari atom dengan banyak elektron tergolong cukup panjang. Oleh karena itu, dengan alasan efisiensi dan meminimalisir kesalahan, kita perlu menyingkat atau menyederhanakan penulisannya. Penyingkatan ini dilakukan dengan menggunakan salah satu gas mulia yang berpadanan, diikuti oleh sisa elektron setelahnya. Gas mulia ini dituliskan lambang kimia dalam kurung siku. Berikut aturan penyingkatannya : Jika , maka unsur digunakan sebagai penyingkat dan konfigurasi elektron setelahnya dimulai dari subkulit 2s. Jika , maka unsur digunakan sebagai penyingkat dan konfigurasi elektron setelahnya dimulai dari subkulit 3s. Jika , maka unsur digunakan sebagai penyingkat dan konfigurasi elektron setelahnya dimulai dari subkulit 4s. Jika , maka unsur digunakan sebagai penyingka...

Cara Menuliskan Konfigurasi Elektron

Image
Konfigurasi elektron merupakan penataan elektron ke dalam kulit dan subkulit suatu atom. Dan diagram orbital adalah diagram yang menunjukkan posisi suatu elektron dalam orbital yang ada dalam subkulit atom beserta arah rotasinya. Dalam menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital suatu atom, kita berpedoman pada 3 aturan, yaitu aturan aufbau, asas larangan pauli dan aturan hund. Aturan Aufbau Aufbau berarti membangun. Menurut aturan ini, pengisian elektron dimulai dari subkulit dengan tingkat energi terendah kemudian subkulit dengan tingkat energi yang lebih tinggi. Tingkat energi suatu subkulit ditentukan berdasarkan nilai bilangan kuantum utama (n) dan bilangan kuantum azimut (l). Berdasarkan ketentuan ini dapat diketahui bahwa : Saat menuliskan konfigurasi elektron, kita mendistribusikan elektron yang ada ke subkulit 1s terlebih dahulu, kemudian ke subkulit 2s, dan seterusnya. Asas Larangan Pauli Asas ini menyatakan bahwa, "Tidak boleh ada 2 elektron yang mempunyai n...

Bilangan Kuantum

Bilangan kuantum adalah bilangan yang menyatakan posisi elektron di sekitar inti atom, mulai dari kulit, subkulit, orbital hingga arah rotasinya. Bilangan kuantum ada 4, yaitu bilangan kuantum utama, azimut, magnetik, dan spin. Bilangan Kuantum Utama (n) Bilangan kuantum utama menunjukkan kulit tempat elektron berada, dengan nilai 1, 2, 3, 4, dan seterusnya. Kulit atom dilambangkan dengan huruf K, L, M dan N sesuai dengan teori atom Bohr. Kulit K memiliki nilai n=1, kulit L bernilai 2, kulit M bernilai 3 dan kulit N bernilai 4. Bilangan Kuantum Azimut (l) Bilangan kuantum azimut menunjukkan subkulit tempat elektron berada. Subkulit yang dimaksud adalah s, p, d, f, dan seterusnya. Nilai bilangan kuantum azimut (l) dimulai dari 0 sampai (n-1). Subkulit s memiliki nilai l=0, subkulit p dengan l=1, subkulit d dengan l=2, dan subkulit f dengan l=3. Bilangan Kuantum Magnetik (m) Bilangan kuantum magnetik menunjukkan orbital tempat elektron berada. Nilai dari bilangan kuantum magnetik meru...